Tips menabung dan mengatur keuangan rumah tangga
Keuangan Pribadi | | By Evan Today | 10 min read

10 Kesalahan Keuangan di Usia 20-an

10 kesalahan finansial ini bisa bikin kamu rugi Rp 1,5 miliar+ sebelum usia 35. Cek sekarang.

Usia 20-an Menentukan Arah Keuanganmu

Usia 20-an sering terasa seperti masa yang bebas-bebas saja. Kamu lagi cari arah karier, hubungan, tempat tinggal, dan versi diri yang kamu mau. Uang terasa seperti urusan “nanti saja”.

Tapi ini kenyataan yang agak tidak nyaman: keputusan keuangan yang kamu ambil (atau justru kamu hindari) antara usia 20 sampai 30 punya efek berantai yang bisa bertahan puluhan tahun. Satu kesalahan uang di usia 23 bisa bikin kamu kehilangan puluhan juta rupiah pada usia 35. Sepuluh kesalahan? Kamu bisa kehilangan kekayaan sampai ratusan juta, bahkan lebih.

Saya sendiri pernah melakukan sebagian besar kesalahan ini. Ada yang masih sempat saya perbaiki lebih awal. Ada juga yang bikin saya kehilangan bertahun-tahun kemajuan. Berikut 10 kesalahan finansial terbesar yang sering dilakukan orang di usia 20-an, kenapa biayanya mahal banget, dan cara menghindarinya.

Poin Penting

  • Kesalahan finansial di usia 20-an efeknya menumpuk dari waktu ke waktu, jadi biayanya jauh lebih besar daripada angka awalnya.
  • Tidak mulai investasi sejak awal adalah kesalahan paling mahal karena hilangnya efek compounding.
  • Inflasi gaya hidup diam-diam menghabiskan setiap kenaikan gaji kalau kamu tidak sengaja mengelolanya.
  • Kebanyakan kesalahan itu soal perilaku, bukan matematika, jadi kesadaran adalah kuncinya.
  • Kamu tidak harus sempurna, tapi menghindari bahkan setengah dari kesalahan ini sudah bikin kamu jauh di depan teman sebayamu.

Kesalahan 1: Tidak Mulai Investasi Sejak Hari Pertama

Ini kesalahan paling mahal di daftar ini, dan juga yang paling saya sesali.

Hitungannya Bikin Ngeri

Kalau kamu investasi Rp 3 juta per bulan mulai usia 22 di reksadana indeks S&P 500 sederhana yang rata-rata memberi imbal hasil 10 persen:

  • Usia 35: Rp 930 juta
  • Usia 45: Rp 2,9 miliar
  • Usia 55: Rp 8,1 miliar
  • Usia 65: Rp 21,9 miliar

Kalau kamu menunggu sampai usia 32, alias telat 10 tahun, lalu investasi Rp 3 juta per bulan yang sama:

  • Usia 65: Rp 8,1 miliar

Tunda 10 tahun itu membuatmu kehilangan sekitar Rp 13,8 miliar. Bukan karena kamu menaruh uang lebih sedikit, tapi karena kamu kehilangan 10 tahun pertumbuhan majemuk.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Buka akun investasi/reksadana hari ini. Di Indonesia, kamu bisa mulai lewat platform investasi yang tersedia di banyak bank dan aplikasi investasi. Mulai dari nominal yang kamu mampu, bahkan Rp 500 ribu per bulan. Beli reksadana indeks pasar saham atau ETF indeks, lalu jangan diutak-atik. Kalau kantor kamu punya program dana pensiun/DPLK dengan matching, kontribusikan minimal sampai dapat match penuh. Itu uang gratis.

Kesalahan 2: Membawa Utang Kartu Kredit

Bunga kartu kredit bisa sangat tinggi. Di banyak kasus, bunga efektifnya bisa di atas 20 persen. Artinya, saldo Rp 75 juta yang cuma kamu bayar minimum bisa butuh bertahun-tahun untuk lunas dan bikin kamu bayar bunga belasan juta rupiah.

Kenapa Ini Sering Terjadi di Usia 20-an

Penerbit kartu kredit suka menargetkan orang dewasa muda. Kamu dapat penawaran pre-approved, bonus pendaftaran, dan promo “0 persen cicilan” yang berubah jadi bunga tinggi beberapa bulan kemudian.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

  • Bayar tagihan penuh setiap bulan, tanpa kecuali.
  • Kalau kamu sudah punya utang kartu kredit, berhenti pakai kartunya sekarang juga dan alihkan semua dana ekstra ke kartu dengan bunga tertinggi.
  • Kalau kamu belum bisa disiplin, pakai kartu debit untuk pengeluaran harian dan simpan satu kartu kredit فقط untuk transaksi kecil berulang, misalnya langganan streaming.
  • Jangan pernah menyisakan saldo hanya untuk “bangun BI Checking/SLIK OJK”. Itu mitos. Skor kredit dibangun dengan memakai kartu lalu membayarnya lunas.

Kesalahan 3: Mengabaikan Pinjaman Pendidikan

Banyak orang punya beban pinjaman pendidikan yang cukup besar. Lulusan baru sering membawa utang puluhan juta rupiah. Banyak orang di usia 20-an membiarkan cicilan berjalan otomatis dan berusaha tidak memikirkannya.

Kenapa Ini Mahal

Dengan skema pembayaran standar 10 tahun dan bunga 5,5 persen, pinjaman pendidikan Rp 555 juta bisa membuat kamu membayar bunga sekitar Rp 165 juta. Kalau tenor diperpanjang jadi 20 tahun supaya cicilan bulanan lebih ringan, bunganya bisa naik jauh lebih besar.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

  • Ketahui saldo pasti, bunga, dan jadwal pelunasanmu.
  • Kalau kamu punya pinjaman pemerintah, cari tahu opsi cicilan berbasis penghasilan kalau cash flow lagi ketat.
  • Kalau kamu mampu bayar lebih, fokus ke pinjaman dengan bunga tertinggi dulu.
  • Cek apakah ada program keringanan atau penghapusan utang untuk profesi tertentu di sektor publik/nonprofit.
  • Refinancing ke lembaga keuangan swasta bisa menurunkan bunga, tapi kamu bisa kehilangan perlindungan tertentu.
  • Jangan sampai gagal bayar. Konsekuensinya serius: denda, reputasi kredit rusak, dan masalah penagihan.

Kesalahan 4: Tidak Punya Dana Darurat

Tanpa dana darurat, setiap kejadian tak terduga berubah jadi krisis yang masuk kartu kredit. Dan utang kartu kredit dengan bunga tinggi bisa membuat perbaikan mobil Rp 12 juta terasa seperti masalah Rp 18 juta.

Siklusnya

Tidak punya tabungan membuat kamu pakai kartu kredit untuk keadaan darurat, lalu jadi utang, lalu bayar minimum, lalu kemampuan menabung makin kecil, lalu tetap tidak punya tabungan. Ini jebakan.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Kumpulkan Rp 15 juta secepat mungkin. Jual barang yang tidak dipakai, kurangi pengeluaran, ambil kerja tambahan. Setelah itu, bangun sampai Rp 30 juta-Rp 75 juta, yang bisa menutup sebagian besar keadaan darurat umum di usia 20-an. Simpan di rekening tabungan berbunga tinggi atau deposito yang mudah dicairkan, terpisah dari rekening harian.

Kesalahan 5: Inflasi Gaya Hidup

Kamu dapat kenaikan gaji dari Rp 15 juta jadi Rp 18 juta per bulan. Alih-alih menabung atau investasi selisihnya, kamu pindah ke apartemen yang lebih mahal, beli mobil yang lebih bagus, dan lebih sering makan di luar. Enam bulan kemudian, rasanya kamu tetap sama-sama seret.

Kenapa Ini Berbahaya

Inflasi gaya hidup itu tidak kelihatan. Setiap upgrade terasa kecil dan masuk akal. Tapi kalau digabung, semuanya menghabiskan setiap kenaikan gaji yang kamu dapat. Saya melihat teman-teman menggandakan gaji dari usia 22 ke 28, tapi tabungannya malah lebih kecil dari saat mereka mulai.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Pakai aturan 50-50: setiap kali penghasilan naik, simpan atau investasikan 50 persen dari kenaikannya dan pakai 50 persen sisanya untuk memperbaiki kualitas hidup. Kalau kamu dapat kenaikan Rp 5 juta per bulan, Rp 2,5 juta per bulan masuk ke investasi dan Rp 2,5 juta sisanya untuk hidup lebih nyaman. Kamu tetap naik level, tapi lebih terkontrol.

Kesalahan 6: Tidak Menegosiasikan Gaji

Perbedaan gaji awal antara orang yang negosiasi dan yang tidak bisa mencapai Rp 75 juta-Rp 105 juta per tahun. Mungkin terdengar kecil, tapi gaji itu efeknya menumpuk. Semua kenaikan gaji, bonus, dan tawaran kerja berikutnya dibangun di atas gaji sebelumnya.

Biaya Seumur Hidup

Selisih Rp 75 juta di usia 23, kalau tumbuh dengan kenaikan 3 persen per tahun, bisa bikin kamu menghasilkan lebih sedikit Rp 3 miliar+ selama karier 40 tahun. Tidak negosiasi satu kali gaji saja bisa setara harga rumah.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

  • Riset standar gaji untuk posisi kamu lewat Glassdoor, Levels.fyi, Payscale, atau LinkedIn Salary.
  • Selalu negosiasi. Bahkan kalau tawarannya terasa sudah bagus. Jawaban terburuk mereka biasanya cuma “tidak”.
  • Pakai skrip ini: “Saya sangat antusias dengan kesempatan ini. Berdasarkan riset dan pengalaman saya, saya berharap ada di kisaran [X sampai Y]. Apakah masih ada ruang untuk negosiasi?”
  • Negosiasikan juga kenaikan gaji di tempat kerja sekarang, setidaknya setahun sekali. Bawa bukti pencapaian dan data pasar.

Kesalahan 7: Tidak Punya Asuransi Kesehatan

Kalau kamu masih muda dan sehat, asuransi kesehatan sering terasa seperti pengeluaran yang sia-sia. Sampai kamu cedera dan tagihan rumah sakitnya mencapai puluhan juta rupiah.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

  • Tetap ikut asuransi orang tua kalau masih memungkinkan.
  • Kalau kantor menyediakan asuransi kesehatan, ambil, apalagi kalau premi disubsidi.
  • Kalau kamu belum punya asuransi, cek opsi asuransi kesehatan yang tersedia saat pendaftaran terbuka. Paket dengan subsidi bisa jauh lebih terjangkau tergantung penghasilan.
  • Minimal, ambil asuransi kesehatan dengan deductible tinggi yang dipadukan dengan rekening tabungan kesehatan atau instrumen investasi yang memang disiapkan untuk biaya medis. Ini salah satu alat keuangan terbaik kalau dipakai dengan benar.

Kesalahan 8: Menjadi Penjamin Pinjaman

Teman dekatmu butuh kredit mobil tapi riwayat kreditnya buruk. Pasanganmu mau sewa apartemen tapi belum lolos sendiri. Kamu jadi penjamin karena percaya.

Kenapa Ini Bisa Menghancurkan Keuangan

Saat kamu jadi penjamin, kamu 100 persen bertanggung jawab atas utang itu kalau orang lain berhenti bayar. Dan itu sering terjadi. Survei CreditCards.com pada 2016 menemukan bahwa 38 persen penjamin kehilangan uang karena peminjam utama tidak membayar. Ini juga memengaruhi rasio utang terhadap penghasilanmu, sehingga lebih sulit untuk mengajukan pinjaman sendiri.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Jangan pernah jadi penjamin. Kalau seseorang butuh penjamin, artinya pemberi pinjaman sudah menilai mereka berisiko. Kamu tidak lebih pintar dari model risiko bank. Bantu dengan cara lain, misalnya bantu mereka membangun riwayat kredit atau cari opsi yang lebih terjangkau.

Kesalahan 9: Membeli Mobil Baru

Cicilan mobil baru rata-rata bisa sangat besar. Untuk orang usia 20-an dengan penghasilan Rp 6,5 juta-Rp 8,5 juta per bulan, ini bisa jadi pembunuh anggaran.

Biaya Nyatanya

Mobil baru bisa kehilangan 20-30 persen nilainya dalam dua tahun pertama. Mobil seharga Rp 525 juta mungkin tinggal bernilai Rp 360 juta-Rp 420 juta dua tahun kemudian, tapi kamu masih menanggung sebagian besar pinjaman awal. Kamu terjebak di aset yang nilainya turun setiap hari.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Beli mobil bekas usia 3-5 tahun dari merek yang terkenal awet (Toyota, Honda, Mazda). Kamu membiarkan orang lain menanggung depresiasi awal. Honda Civic 2022 dengan jarak tempuh 64.000 km bisa jauh lebih murah dibanding versi baru. Bayar tunai kalau bisa, atau ambil pinjaman kecil dengan tenor pendek (maksimal 36 bulan).

Kesalahan 10: Tidak Punya Anggaran

“Yang penting saya hati-hati saja” bukanlah anggaran. Tanpa rencana tertulis untuk uangmu, kamu akan selalu bingung ke mana larinya uang di akhir bulan.

Apa yang Harus Kamu Lakukan

Pilih metode budgeting dan coba selama 60 hari:

  • Aturan 50/30/20: 50 persen kebutuhan, 30 persen keinginan, 20 persen tabungan/investasi. Titik awal yang sederhana.
  • Budget nol: Setiap rupiah sudah diberi tugas sebelum bulan dimulai. Lebih detail, tapi lebih efektif.
  • Bayar diri sendiri dulu: Otomatiskan tabungan tepat setelah gajian. Sisanya boleh kamu pakai bebas.

Pakai aplikasi seperti GoPay, OVO, Dana, atau template Google Sheets sederhana untuk melacak pengeluaran.

Biaya Menumpuk dari Beberapa Kesalahan

Begini gambaran gabungan kesalahan-kesalahan ini untuk orang usia 25 tahun pada umumnya:

KesalahanPerkiraan Biaya pada Usia 35
Tidak investasi selama 5 tahunRp 375 juta-Rp 600 juta
Membawa utang kartu kreditRp 75 juta-Rp 225 juta
Salah kelola pinjaman pendidikanRp 75 juta-Rp 180 juta
Tidak punya dana darurat (darurat pakai kartu kredit)Rp 45 juta-Rp 120 juta
Inflasi gaya hidupRp 300 juta-Rp 750 juta
Tidak negosiasi gajiRp 375 juta-Rp 750 juta
Depresiasi mobil baruRp 120 juta-Rp 225 juta
Total potensi biayaRp 1,365 miliar-Rp 2,85 miliar

Ini estimasi konservatif. Biaya nyatanya, kalau kamu hitung juga pertumbuhan majemuk dari uang yang seharusnya bisa kamu investasikan, bisa jauh lebih besar.

Kabar Baiknya

Kamu tidak harus memperbaiki semuanya sekaligus. Mulai dari yang paling berdampak:

  1. Mulai investasi hari ini. Bahkan Rp 500 ribu per bulan. Buka akun investasi dan beli reksadana indeks.
  2. Bangun dana darurat Rp 15 juta. Ini menghentikan siklus utang kartu kredit.
  3. Bayar kartu kredit lunas setiap bulan. Kalau kamu sudah punya utang, buat rencana pelunasan.
  4. Negosiasikan gaji berikutnya. Baik di tempat kerja sekarang maupun saat pindah kerja.

Empat langkah ini saja bisa menghemat kamu kekayaan setara ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam satu dekade ke depan.

E
Ditulis oleh Evan Today

Menulis tentang keuangan pribadi, investasi, dan pengelolaan uang. Membuat literasi keuangan lebih mudah dipahami — satu artikel setiap waktu.

Selengkapnya tentang saya

Artikel Terkait