Tips dan trik keuangan untuk kehidupan sehari-hari
Tips Keuangan | | By Evan Today | 9 min read

Cara Menghitung Net Worth Kamu

Net worth adalah ukuran terbaik kesehatan finansial. Pakai rumus ini untuk menghitungnya dalam 10 menit.

Angka yang Menjelaskan Semua Tentang Keuangan Kamu

Pertama kali saya menghitung net worth, usia saya 27 tahun. Hasilnya minus Rp 210 juta. Pinjaman kuliah dan cicilan mobil bikin saya berat, dan meski saya merasa gaji saya lumayan, secara teknis saya sedang defisit.

Momen itu jadi wake-up call. Bukan karena angkanya sangat buruk, tapi karena saya sama sekali tidak paham posisi keuangan saya yang sebenarnya. Saya cuma memantau penghasilan, sesekali cek saldo rekening, lalu mengira semuanya aman. Ternyata tidak.

Sekarang, net worth saya sudah positif dan terus naik stabil, dan saya mengeceknya setiap bulan. Net worth adalah angka paling penting dalam keuangan pribadi karena merangkum seluruh kondisi finansial kamu dalam satu angka. Penghasilan tidak selalu menunjukkan apakah kamu kaya. Saldo rekening juga tidak. Net worth-lah yang menunjukkan.

Saya akan tunjukkan cara menghitungnya dalam sekitar 10 menit.

Rumus Net Worth

Rumusnya sangat sederhana:

Net Worth = Total Aset - Total Liabilitas

Itu saja. Jumlahkan semua yang kamu miliki, kurangi semua yang kamu utang, lalu hasilnya adalah net worth kamu.

Apa yang Termasuk Aset

Aset adalah semua hal bernilai yang kamu miliki. Ini daftar lengkapnya:

Aset Likuid (mudah dicairkan jadi uang):

  • Rekening giro
  • Rekening tabungan (termasuk tabungan berbunga tinggi)
  • Rekening pasar uang
  • Deposito
  • Uang tunai

Aset Investasi:

  • Saldo DPLK/dana pensiun
  • Saldo reksadana/investasi
  • Rekening investasi kena pajak
  • Saldo HSA atau rekening kesehatan serupa
  • Tabungan pendidikan
  • Saham, obligasi, dan reksadana
  • Kepemilikan kripto

Aset Properti:

  • Rumah utama (nilai pasar saat ini)
  • Properti investasi/sewa
  • Kendaraan (nilai jual kembali saat ini, bukan harga belinya)
  • Barang pribadi bernilai tinggi (perhiasan, karya seni, koleksi senilai Rp 15 juta+)

Aset Bisnis:

  • Kepemilikan bisnis
  • Hak kekayaan intelektual yang punya nilai pasar

Apa yang Termasuk Liabilitas

Liabilitas adalah semua yang kamu utang ke pihak lain:

  • Sisa KPR (pokok pinjaman yang belum lunas)
  • Pinjaman ekuitas rumah / HELOC
  • Sisa kredit kendaraan
  • Sisa pinjaman pendidikan
  • Tagihan kartu kredit
  • Pinjaman pribadi
  • Utang medis
  • Pinjaman DPLK/dana pensiun
  • Utang lain yang masih berjalan

Langkah demi Langkah Menghitungnya

Saya akan pakai contoh realistis untuk orang berusia 35 tahun:

Aset

AsetNilai
Rekening giroRp 70 juta
Tabungan berbunga tinggiRp 180 juta
DPLK/dana pensiunRp 1,2 miliar
Reksadana/investasiRp 500 juta
Rekening investasi kena pajakRp 225 juta
Rekening kesehatanRp 127 juta
Rumah (nilai pasar)Rp 5,3 miliar
Mobil (nilai jual kembali)Rp 270 juta
Total AsetRp 7,9 miliar

Liabilitas

LiabilitasSaldo
KPRRp 4,2 miliar
Pinjaman pendidikanRp 330 juta
Kredit kendaraanRp 180 juta
Kartu kreditRp 52 juta
Total LiabilitasRp 4,76 miliar

Net Worth

Rp 7,9 miliar - Rp 4,76 miliar = Rp 3,14 miliar

Net worth orang ini adalah Rp 3,14 miliar. Lumayan untuk usia 35, tapi masih ada ruang untuk membaik, terutama saldo kartu kredit yang sebaiknya segera dibereskan.

Net Worth Kamu Dibandingkan dengan Orang Lain

Berikut angka median dan rata-rata net worth rumah tangga di AS berdasarkan data survei keuangan rumah tangga:

Kelompok UsiaNet Worth MedianNet Worth Rata-rata
Di bawah 35Rp 585 jutaRp 2,75 miliar
35-44Rp 2,03 miliarRp 8,24 miliar
45-54Rp 3,71 miliarRp 14,64 miliar
55-64Rp 5,47 miliarRp 23,5 miliar
65-74Rp 6,15 miliarRp 26,9 miliar
75+Rp 5,03 miliarRp 24,3 miliar

Ada beberapa hal yang menonjol:

  • Selisih median dan rata-rata sangat besar: Ini berarti ada sedikit rumah tangga yang sangat kaya yang menarik angka rata-rata naik jauh. Median jauh lebih bagus sebagai patokan “normal.”
  • Net worth puncaknya ada di usia 65-74: Ini masuk akal karena orang biasanya sudah berada di akhir fase akumulasi aset dan belum banyak menarik tabungan.
  • Median di bawah 35 adalah Rp 585 juta: Kalau kamu masih di usia 20-an atau awal 30-an dan sudah punya net worth positif, berarti kamu lebih baik dari yang kamu kira.

Kenapa Net Worth Lebih Penting daripada Penghasilan

Saya punya teman yang berpenghasilan Rp 2,8 miliar per tahun. Teman lain penghasilannya Rp 1,1 miliar. Menurut kamu, siapa yang net worth-nya lebih tinggi?

Yang penghasilannya Rp 1,1 miliar. Jauh lebih tinggi.

Teman dengan penghasilan besar punya KPR Rp 7,8 miliar, dua cicilan mobil, pinjaman pendidikan, dan gaya hidup yang menghabiskan hampir semua gaji. Net worth-nya sekitar Rp 1,8 miliar.

Teman yang penghasilannya Rp 1,1 miliar hidup sederhana, rutin memaksimalkan dana pensiun, tidak punya cicilan mobil, dan sudah konsisten berinvestasi selama 12 tahun. Net worth-nya lebih dari Rp 6 miliar.

Penghasilan adalah uang yang masuk. Net worth adalah yang kamu simpan. Dan yang kamu simpan itulah yang akhirnya menentukan keamanan finansial, kesiapan pensiun, dan kebebasan kamu.

Cara Memantau Net Worth dari Waktu ke Waktu

Menghitung net worth sekali memang berguna. Tapi memantaunya setiap bulan atau tiap kuartal jauh lebih berdampak. Begini caranya:

Metode Pelacakan Gratis

Spreadsheet (metode favorit saya):

Buat Google Sheet atau Excel sederhana dengan kolom untuk setiap aset dan liabilitas. Perbarui pada tanggal 1 setiap bulan. Ini cuma butuh sekitar 10 menit dan memberi kamu kendali penuh atas data kamu.

BCA/Jago/Seabank + aplikasi keuangan:

Beberapa bank dan aplikasi keuangan di Indonesia bisa membantu kamu memantau saldo dan investasi secara otomatis. Kalau kamu pakai aplikasi seperti GoPay, OVO, atau DANA untuk transaksi harian, tetap cocok untuk melacak arus kas. Kekurangannya, fitur analisis investasinya biasanya tidak selengkap spreadsheet.

Aplikasi budgeting:

Aplikasi budgeting yang bagus bisa membantu kamu memantau pengeluaran sekaligus net worth. Cocok kalau kamu ingin menggabungkan anggaran dan pelacakan kekayaan dalam satu tempat.

Apa yang Perlu Dicatat Setiap Bulan

Minimal, catat ini setiap bulan:

  • Total tabungan likuid
  • Total akun investasi (dana pensiun + investasi kena pajak)
  • Total saldo utang
  • Total net worth

Saya juga melacak:

  • Perubahan dari bulan ke bulan (nominal dan persentase)
  • Perubahan dari tahun ke tahun
  • Tingkat tabungan per bulan
  • Net worth per kategori (likuid, investasi, properti, utang)

Menetapkan Target Net Worth

Sekarang kamu sudah tahu angkanya, lalu targetnya ke mana?

Rumus The Millionaire Next Door

Thomas Stanley, penulis The Millionaire Next Door, mengusulkan rumus ini untuk memperkirakan net worth yang seharusnya:

Expected Net Worth = (Usia x Penghasilan Tahunan sebelum Pajak) / 10

Contoh: Seseorang berusia 40 tahun dengan penghasilan Rp 1,4 miliar per tahun seharusnya punya net worth sekitar (40 x Rp 1,4 miliar) / 10 = Rp 5,6 miliar.

Kalau net worth kamu di atas angka ini, berarti kamu termasuk orang yang sangat piawai mengumpulkan kekayaan. Kalau di bawahnya, masih ada ruang untuk ditingkatkan.

Target yang Saya Sarankan

UsiaTarget Net Worth
25Rp 0 (impas dari utang pendidikan)
30Rp 750 juta - Rp 1,5 miliar
35Rp 2,25 miliar - Rp 3,75 miliar
40Rp 4,5 miliar - Rp 7,5 miliar
45Rp 7,5 miliar - Rp 12 miliar
50Rp 11,25 miliar - Rp 18 miliar
55Rp 15 miliar - Rp 22,5 miliar
60Rp 18 miliar - Rp 30 miliar

Rentang ini mengasumsikan rumah tangga dengan gabungan penghasilan Rp 1,2 miliar-Rp 2,25 miliar, investasi yang konsisten, dan pengeluaran gaya hidup yang moderat. Target kamu sebaiknya disesuaikan dengan penghasilan, lokasi, dan tujuan pensiun kamu.

Cara Meningkatkan Net Worth

Ada hanya tiga cara untuk menumbuhkan net worth kamu:

1. Menambah Aset

  • Menambah kontribusi ke dana pensiun
  • Membuka dan mengisi rekening investasi kena pajak
  • Berinvestasi di properti
  • Membangun bisnis sampingan

2. Mengurangi Liabilitas

  • Lunasi utang berbunga tinggi secepat mungkin (kartu kredit dulu, lalu pinjaman pribadi)
  • Bayar ekstra KPR kalau bunganya di atas 5%
  • Restrukturisasi atau refinancing kalau ada bunga yang lebih rendah
  • Hindari mengambil utang baru

3. Biarkan Bunga Majemuk Bekerja

  • Tetap berinvestasi saat pasar turun
  • Reinvestasikan semua dividen
  • Jangan tarik dana pensiun terlalu cepat
  • Bersabar, karena sebagian besar kekayaan dibangun dalam 10-15 tahun terakhir

Prioritas Melunasi Utang

Tidak semua utang sama. Ini urutan prioritas saya:

Jenis UtangSuku BungaPrioritas
Kartu kredit18-28%Lunasi segera
Pinjaman pribadi8-15%Prioritas tinggi
Pinjaman pendidikan swasta5-10%Prioritas menengah
Kredit kendaraan4-8%Prioritas menengah
Pinjaman pendidikan pemerintah3-7%Prioritas lebih rendah
KPR3-7%Prioritas paling rendah (bisa jadi pengurang pajak)

Utang di atas 7-8% sebaiknya dibereskan agresif sebelum kamu berinvestasi lebih jauh di luar kontribusi dana pensiun. Kalau kamu sedang memilih antara metode debt snowball vs debt avalanche, keduanya bisa berhasil selama kamu konsisten.

Kesalahan Umum Saat Menghitung Net Worth

Menganggap Rumah sebagai Aset Murni

Rumah memang aset, tapi juga punya biaya rutin: pajak properti, asuransi, perawatan (biasanya 1-2% dari nilai rumah per tahun), dan utilitas. Beberapa perencana keuangan menyarankan untuk tidak memasukkan rumah utama ke perhitungan net worth sama sekali dan fokus pada “investable net worth.”

Saya tetap memasukkan rumah, tapi saya juga melacak “net worth tanpa rumah utama” sebagai angka terpisah. Ini memberi saya gambaran yang lebih jelas tentang progres kemandirian finansial.

Menilai Terlalu Tinggi Aset yang Menyusut

Mobil Rp 600 juta yang kamu beli tahun lalu tidak lagi bernilai Rp 600 juta. Gunakan alat estimasi harga jual kembali untuk melihat nilai pasar saat ini. Hal yang sama berlaku untuk elektronik, furnitur, dan barang pribadi lain. Kalau ragu, lebih baik pakai angka yang lebih rendah.

Mengabaikan Pajak pada Rekening Pensiun

Saldo dana pensiun dan investasi tertentu akan dikenai pajak saat kamu menariknya. Dana pensiun Rp 7,5 miliar mungkin hanya setara Rp 5,6 miliar-Rp 6 miliar setelah pajak. Sebagian orang melacak “net worth setelah pajak” agar gambarnya lebih akurat, meski ini memang menambah kompleksitas.

Terlalu Sering Mengecek Saat Pasar Turun

Saat pasar turun 20%, saldo investasimu ikut turun. Kalau kamu mengecek setiap hari saat kondisi sedang buruk, kamu akan merasa sangat tidak nyaman dan bisa mengambil keputusan emosional. Cukup cek sebulan sekali. Tiap kuartal juga oke. Yang penting adalah tren jangka panjang, bukan angka pada hari tertentu.

E
Ditulis oleh Evan Today

Menulis tentang keuangan pribadi, investasi, dan pengelolaan uang. Membuat literasi keuangan lebih mudah dipahami — satu artikel setiap waktu.

Selengkapnya tentang saya

Artikel Terkait