Menghitung anggaran bulanan dan mengelola pengeluaran
Keuangan Pribadi | | By Evan Today | 8 min read

Cara Mengajarkan Anak Soal Uang (5 Pelajaran Sesuai Usia)

Anak yang belajar soal uang sejak dini berpeluang punya hasil finansial lebih baik. Ini 5 pelajaran yang bisa kamu mulai minggu ini.

Kenapa Banyak Anak Tidak Lulus dengan Skill Uang Dasar

Ada satu hal yang seharusnya bikin setiap orang tua tidak nyaman: hanya 23 negara bagian di AS yang mewajibkan pelajaran keuangan pribadi untuk lulus SMA. Artinya, lebih dari separuh remaja Amerika masuk usia dewasa tanpa pernah belajar cara membuat anggaran, menabung, berinvestasi, atau memahami utang.

Hasilnya bisa ditebak. Rata-rata rumah tangga di Amerika punya total utang lebih dari Rp 1,5 miliar. Peminjam pinjaman mahasiswa menanggung utang kolektif sekitar Rp 25.500 triliun. Saldo kartu kredit juga sedang berada di level tertinggi.

Tapi anak-anak yang belajar soal uang sejak kecil biasanya punya hasil yang sangat berbeda. Sebuah studi dari University of Cambridge menemukan bahwa kebiasaan uang terbentuk sejak usia 7 tahun. Riset dari Financial Industry Regulatory Authority menunjukkan bahwa orang yang mendapat pelatihan literasi keuangan cenderung menghasilkan lebih banyak, menabung lebih banyak, dan membawa utang lebih sedikit sepanjang hidup mereka.

Sistem sekolah mungkin mengajarkan anakmu soal uang, mungkin juga tidak. Tapi kamu bisa mengajarkannya. Dan pelajarannya lebih sederhana daripada yang kamu bayangkan.

Pelajaran 1: Usia 3-5 — Uang Itu Nyata, Bukan Sulap

Apa yang Bisa Dipahami Anak di Usia Ini

Balita dan anak prasekolah sering mengira uang muncul dari ATM atau dari ponsel. Tugasmu di tahap ini bukan mengajarkan bunga berbunga — tapi menanamkan bahwa uang itu sumber daya terbatas yang harus dihasilkan.

Aktivitas yang Cocok

Permainan koin: Siapkan toples berisi koin asli. Biarkan anak mengelompokkan berdasarkan ukuran dan warna. Ajarkan nama-namanya — koin kecil, koin sedang, koin besar — dan nilainya. Biarkan mereka menghitung berapa koin kecil yang setara dengan satu koin sedang.

Permainan toko: Saat kamu di minimarket atau supermarket, biarkan anak menyerahkan uang tunai ke kasir. Transaksi fisik ini mengajarkan bahwa uang benar-benar keluar dari tanganmu saat membeli sesuatu. Ini lebih sulit dipahami kalau cuma pakai tap kartu atau QR.

Tiga toples: Siapkan tiga toples bening berlabel “Tabung,” “Belanja,” dan “Bagi.” Saat anak menerima uang dari keluarga atau dari uang saku mingguan, bantu mereka membaginya ke tiga toples itu. Bahkan anak usia 4 tahun bisa paham: toples ini untuk mainan yang diinginkan nanti, toples ini untuk sesuatu yang kecil sekarang, dan toples ini untuk membantu orang lain.

Yang Sebaiknya Dihindari

Jangan bilang ke anak kecil, “kita nggak mampu.” Lebih baik katakan, “kita memilih untuk tidak menghabiskan uang untuk itu sekarang.” Ini mengajarkan prioritas, bukan rasa kekurangan.

Pelajaran 2: Usia 6-9 — Menghasilkan dan Memilih

Perkenalkan Sistem Uang Saku

Di usia ini, uang saku jadi alat belajar yang sangat kuat. Ada dua pendekatan:

PendekatanCara KerjaKelebihanKekurangan
Berbasis tugasAnak mendapat uang untuk menyelesaikan tugas tertentu di luar pekerjaan rumah dasarMengajarkan hubungan kerja dan bayaranBisa membuat anak berpikir, “saya hanya bantu kalau dibayar”
Uang saku tetapAnak menerima jumlah tetap tiap minggu tanpa tergantung tugasMengajarkan pengelolaan uang tanpa perilaku transaksionalTidak mengajarkan cara menghasilkan uang secara langsung

Rekomendasi saya: uang saku kecil yang tetap (sekitar Rp 30 ribu-75 ribu per minggu untuk rentang usia ini) plus kesempatan mendapat tambahan dari tugas tertentu seperti mencuci mobil, merapikan garasi, atau membantu pekerjaan halaman.

Obrolan “Ingin vs Butuh”

Anak di usia ini mulai ingin semua yang mereka lihat di YouTube dan toko. Pakai ini sebagai momen belajar:

  • “Kamu butuh sepatu baru karena yang lama sudah sempit? Itu kebutuhan.”
  • “Kamu mau set LEGO itu? Itu keinginan. Gimana cara nabung buat beli?”

Biarkan Mereka Salah

Ini penting. Kalau anak 7 tahun menghabiskan seluruh uang sakunya untuk permen lalu tidak bisa beli mainan yang dia mau, itu pelajaran yang nilainya lebih besar daripada ceramah apa pun. Tahan keinginan untuk langsung menolong. Sakitnya salah beli Rp 75 ribu di usia 7 tahun bisa mencegah kesalahan Rp 75 juta di usia 25 tahun.

Pelajaran 3: Usia 10-13 — Anggaran dan Menetapkan Target

Buat Anggaran Pertama Mereka

Di usia ini, anak sudah bisa mengelola anggaran bulanan. Beri mereka uang saku bulanan (Rp 300 ribu-600 ribu) dan biarkan mereka bertanggung jawab atas beberapa pengeluaran pilihan — camilan bersama teman, hiburan kecil, hadiah ulang tahun teman.

Bantu mereka membuat anggaran tertulis sederhana:

  • Uang saku bulanan: Rp 450 ribu
  • Tabungan (20%): Rp 90 ribu
  • Belanja: Rp 360 ribu
  • Kategori: camilan (Rp 120 ribu), hiburan (Rp 120 ribu), hadiah (Rp 60 ribu), lain-lain (Rp 60 ribu)

Buka Rekening Tabungan Anak

Banyak bank besar di Indonesia menyediakan rekening tabungan untuk anak:

  • BCA Tahapan Xpresi Anak: Setoran awal ringan, cocok untuk belajar menabung
  • Mandiri Tabungan SimPel: Dirancang untuk pelajar, mudah dibuka
  • Jago: Fitur digital yang praktis untuk memantau saldo
  • SeaBank: Bunga kompetitif dan mudah dipakai lewat aplikasi

Biarkan anak melihat saldonya bertumbuh. Tunjukkan bunga yang mereka dapat. Ini membuat menabung terasa menyenangkan, bukan seperti hukuman.

Perkenalkan Biaya Kesempatan

Ini salah satu konsep keuangan paling penting, dan anak di usia ini bisa memahaminya:

“Kalau kamu habiskan Rp 450 ribu untuk game itu, berarti Rp 450 ribu itu tidak bisa dipakai buat sepeda yang kamu mau. Mana yang lebih penting buat kamu?”

Setiap keputusan belanja berarti mengorbankan hal lain. Biarkan mereka bergulat dengan kenyataan itu.

Pelajaran 4: Usia 14-16 — Uang Nyata di Dunia Nyata

Pekerjaan Pertama Mengubah Segalanya

Saat remaja mendapat gaji pertama — entah dari menjaga anak, mencuci mobil, atau kerja paruh waktu — uang jadi terasa nyata dengan cara yang berbeda. Mereka bekerja keras untuk Rp 2,25 juta itu, dan tiba-tiba paham kenapa kamu hati-hati saat belanja.

Ajarkan Soal Pajak

Gaji pertama juga jadi momen pertama mereka melihat pajak bekerja. Jelaskan slip gaji:

  • Gaji kotor vs gaji bersih
  • Potongan pajak penghasilan
  • BPJS dan iuran jaminan sosial
  • Pajak daerah atau potongan lain jika ada

Ini jadi pembuka obrolan yang alami tentang untuk apa pajak dipakai dan kenapa perencanaan keuangan harus memperhitungkannya.

Buka Rekening Investasi Atas Nama Anak

Kalau remaja kamu sudah punya penghasilan, mereka bisa mulai berinvestasi lewat akun investasi yang kamu kelola sebagai wali. Ini salah satu langkah finansial paling kuat yang bisa dilakukan anak muda:

  • Remaja 15 tahun yang rutin menabung Rp 30 juta per tahun sampai usia 18 lalu berhenti total akan membiarkan uang itu tumbuh bebas pajak selama 47+ tahun
  • Dengan imbal hasil rata-rata 8%, Rp 120 juta yang diinvestasikan sampai usia 18 bisa tumbuh menjadi lebih dari Rp 3,75 miliar di usia 65 tanpa menambah sepeser pun
  • Uangnya tumbuh bebas pajak dan bisa dicairkan saat pensiun

Kamu bisa membuka akun seperti ini lewat platform investasi besar yang legal dan diawasi di Indonesia.

Mulai Ajarkan Konsep Investasi Dasar

Pakai minat mereka untuk menjelaskan pasar saham:

  • “Kamu suka sepatu Nike? Itu perusahaan yang bisa kamu miliki sebagian.”
  • “Kamu pakai iPhone setiap hari? Apple adalah salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, dan siapa pun bisa beli sahamnya.”

Tunjukkan cara melihat harga saham. Jelaskan apa artinya kalau harga saham naik atau turun. Pertimbangkan membeli satu lembar saham perusahaan yang mereka suka sebagai hadiah ulang tahun atau hadiah spesial.

Pelajaran 5: Usia 17-18 — Skill Uang Dewasa Sebelum Lepas Landas

Kelas Kilat Keuangan Sebelum Kuliah

Sebelum anakmu berangkat kuliah atau mulai bekerja, mereka perlu paham:

Kartu kredit dan skor kredit:

  • Cara kerja kartu kredit (kamu sedang meminjam uang, bukan memakai uang gratis)
  • Apa itu skor kredit dan kenapa penting (lamaran sewa apartemen, kredit mobil, bahkan beberapa lamaran kerja)
  • Cara membangun kredit dengan bijak (pakai untuk transaksi kecil rutin, lalu lunasi penuh tiap bulan)
  • Bahaya bayar minimum (saldo Rp 45 juta dengan bunga 22% per tahun bisa butuh 10 tahun untuk lunas kalau cuma bayar minimum, dengan bunga sekitar Rp 52,5 juta)

Pinjaman mahasiswa:

  • Bedanya pinjaman pemerintah dan pinjaman swasta
  • Apa arti subsidi dan non-subsidi
  • Berapa cicilan bulanan mereka setelah lulus
  • Kenapa meminjam maksimal “karena bisa” itu ide buruk

Perbankan dasar:

  • Cara membuka dan mengelola rekening tabungan/giro
  • Cara menghindari biaya overdraft atau saldo minus
  • Cara memakai mobile banking dan menyalakan notifikasi
  • Kenapa menjaga password bank tetap aman itu penting

Bangun Riwayat Kredit Lebih Awal

Hadiah ulang tahun ke-18 yang bagus: tambahkan remaja kamu sebagai pengguna tambahan di salah satu kartu kreditmu dengan limit kecil. Mereka membangun riwayat kredit sementara kamu tetap memegang kendali. Atau bantu mereka mengajukan kartu kredit dengan jaminan deposito sekitar Rp 3-7,5 juta.

Kesalahan Umum Orang Tua Saat Mengajarkan Uang ke Anak

  • Menutupi stres keuangan: Anak tetap bisa merasakannya. Kejujuran yang sesuai usia membangun kepercayaan dan mengajarkan realitas hidup.
  • Selalu menolong setiap kali mereka salah: Biarkan kegagalan kecil terjadi saat risikonya masih rendah.
  • Mengatakan uang itu “bukan urusan anak-anak”: Ini justru menciptakan kecemasan finansial, bukan perlindungan.
  • Tidak pernah membiarkan anak pegang uang tunai: Pembayaran digital memang praktis, tapi abstrak. Anak kecil terutama butuh pengalaman fisik dengan uang.
  • Tidak memberi contoh perilaku yang baik: Anak belajar lebih banyak dari yang kamu lakukan daripada yang kamu ucapkan. Kalau kamu sering belanja impulsif, ceramah sebanyak apa pun tidak akan menempel.

Sumber Gratis untuk Mengajarkan Anak Soal Uang

  • Banzai: Program literasi keuangan berbasis sekolah yang gratis (minta ke sekolah anakmu)
  • Greenlight atau FamZoo: Kartu debit untuk anak dengan kontrol orang tua dan fitur literasi keuangan (sekitar Rp 75 ribu-Rp 120 ribu/bulan)
  • Kursus keuangan pribadi Khan Academy: Gratis dan lengkap untuk remaja
  • NextGen Personal Finance: Kurikulum kelas gratis, tapi banyak pelajarannya juga bisa dipakai di rumah
  • Permainan papan Monopoli: Klasik, tapi mengajarkan negosiasi, investasi properti, dan arus kas dengan cara yang benar-benar disukai anak-anak
E
Ditulis oleh Evan Today

Menulis tentang keuangan pribadi, investasi, dan pengelolaan uang. Membuat literasi keuangan lebih mudah dipahami — satu artikel setiap waktu.

Selengkapnya tentang saya

Artikel Terkait