Tips menabung dan mengatur keuangan rumah tangga
Keuangan Pribadi | | By Evan Today | 12 min read

10 Cara Pangkas Pengeluaran Bulanan

Inflasi bikin gaji cepat habis? 10 cara ini bisa hemat Rp 7,5 juta–Rp 22,5 juta per bulan tanpa mengorbankan gaya hidup.

Kenapa Banyak Orang Boros Tanpa Sadar

Rata-rata rumah tangga di Amerika menghabiskan sekitar Rp 91 juta per bulan, menurut Bureau of Labor Statistics. Tapi masalahnya, sebagian besar pengeluaran itu jalan otomatis. Biaya langganan, gaya hidup yang ikut naik, dan pola pikir “ya memang segini harganya” bikin ratusan dolar terbuang tiap bulan.

Saat saya mengaudit pengeluaran saya sendiri dua tahun lalu, saya menemukan ada sekitar Rp 12,7 juta per bulan yang sebenarnya bisa dipangkas tanpa mengubah kualitas hidup secara signifikan. Bukan dengan makan mi instan atau menghapus semua kesenangan. Tapi dengan lebih sadar ke mana uang saya pergi.

Sepuluh strategi ini saya urutkan berdasarkan dampaknya — potensi hemat terbesar dulu. Bahkan kalau kamu cuma menerapkan tiga atau empat saja, kamu tetap bisa hemat Rp 7,5 juta atau lebih per bulan.

1. Pangkas Biaya Tempat Tinggal

Tempat tinggal adalah pengeluaran terbesar bagi kebanyakan orang, rata-rata sekitar 33% dari pendapatan. Bahkan pengurangan kecil di pos ini bisa terasa sangat besar.

Strategi yang Efektif

  • Punya teman serumah: Patungan sewa apartemen dua kamar Rp 27 juta bisa menghemat lebih dari Rp 7,5 juta per bulan dibanding tinggal sendiri di unit satu kamar Rp 19,5 juta.
  • Nego sewa: Sebelum kontrak diperpanjang, cari tahu harga sewa pembanding di area kamu lalu minta pemilik rumah menurunkan atau setidaknya mengunci harga. Pemilik properti biasanya lebih suka mempertahankan penyewa yang bagus daripada menanggung biaya cari penyewa baru.
  • Refinancing KPR: Kalau bunga turun sejak kamu ambil KPR, refinancing bisa hemat Rp 1,5 juta–Rp 6 juta per bulan. Bahkan penurunan 0,5% pada KPR Rp 4,5 miliar bisa menghemat sekitar Rp 1,35 juta per bulan.
  • House hack: Sewakan kamar kosong lewat Airbnb atau ke penyewa jangka panjang. Banyak pemilik rumah yang bisa menutup cicilan rumahnya dengan cara ini.
  • Pindah ke area yang lebih murah: Kerja remote bikin ini jauh lebih realistis. Pindah dari kota mahal ke kota dengan biaya hidup lebih rendah bisa menghemat Rp 22,5 juta–Rp 30 juta per bulan.

Aturan 28/36

Penasihat keuangan biasanya menyarankan biaya tempat tinggal tidak lebih dari 28% dari penghasilan bruto, dan total pembayaran utang tidak lebih dari 36%. Kalau kamu sudah melewati batas ini, tempat tinggal adalah area paling penting untuk dibenahi.

2. Turunkan Biaya Transportasi

Transportasi adalah pengeluaran terbesar kedua bagi banyak rumah tangga, rata-rata sekitar Rp 16 juta per bulan. Ini mencakup cicilan mobil, asuransi, bensin, perawatan, dan parkir.

Kemenangan Cepat

  • Refinancing kredit mobil: Kalau skor BI Checking/SLIK OJK kamu membaik sejak beli mobil, refinancing bisa menurunkan bunga 1-3%, hemat Rp 750 ribu–Rp 1,5 juta per bulan.
  • Bandingkan asuransi mobil tiap tahun: Harga bisa beda jauh antar perusahaan. Minta penawaran dari minimal tiga perusahaan asuransi setiap tahun. Paket gabungan rumah dan mobil bisa hemat rata-rata 15-25%.
  • Naikkan deductible: Dari deductible Rp 7,5 juta ke Rp 15 juta bisa menurunkan premi 15-25%.
  • Pakai aplikasi cari bensin murah: Aplikasi seperti ini membantu cari SPBU termurah di sekitar kamu dan kadang memberi cashback. Hemat tipikal: Rp 150 ribu–Rp 450 ribu per bulan.
  • Kurangi pemakaian mobil: Gabungkan keperluan, carpool, atau kerja dari rumah kalau bisa. Setiap kilometer yang tidak kamu tempuh menghemat sekitar Rp 9.000 dari total biaya kendaraan.

Pertimbangkan Cuma Punya Satu Mobil

Kalau rumah tangga kamu punya dua mobil, coba hitung apakah lebih hemat kalau cukup satu mobil lalu sesekali pakai transportasi online atau transportasi umum. Melepas satu mobil bisa menghemat rumah tangga rata-rata Rp 9 juta–Rp 13,5 juta per bulan dari cicilan, asuransi, bensin, dan perawatan.

3. Pangkas Pengeluaran Makan

Rata-rata rumah tangga menghabiskan sekitar Rp 13,3 juta per bulan untuk makanan — sekitar Rp 8,4 juta untuk belanja bahan makanan dan Rp 4,9 juta untuk makan di luar. Dua-duanya masih punya ruang besar untuk dipangkas.

Hemat Belanja Groceries

  • Bikin rencana makan: Luangkan 20 menit untuk merencanakan menu seminggu bisa menurunkan tagihan belanja 20-30% karena mengurangi makanan terbuang dan belanja impulsif.
  • Pakai Flashfood dan Too Good To Go: Aplikasi ini menjual makanan yang mendekati kedaluwarsa dari toko lokal dengan diskon 50-70%.
  • Beli merek toko: Produk merek toko biasanya 20-30% lebih murah daripada merek terkenal, dan sering dibuat di pabrik yang sama. Contohnya merek private label di supermarket besar.
  • Belanja pakai daftar dan jangan saat lapar: Belanja impulsif bisa menambah 20-40% dari total belanja.
  • Beli grosir secara strategis: Barang tahan lama dan frozen dari grosir bisa hemat kalau memang benar-benar kamu pakai. Untuk bahan segar, biasanya lebih masuk akal untuk rumah tangga besar.

Hemat Makan di Luar

  • Masak di rumah satu malam ekstra per minggu: Setiap satu kali makan restoran yang diganti masakan rumah bisa hemat Rp 225 ribu–Rp 450 ribu.
  • Pakai aplikasi restoran untuk promo: Banyak restoran menawarkan poin reward dan menu gratis lewat aplikasinya.
  • Batasi aplikasi delivery: Layanan pesan antar menambah 20-30% biaya di atas harga menu. Makanan Rp 225 ribu bisa jadi Rp 330 ribu–Rp 375 ribu kalau diantar. Lebih hemat ambil sendiri.
  • Minum air putih, bukan minuman tambahan: Skip soda dan alkohol di restoran bisa hemat Rp 75 ribu–Rp 225 ribu per orang per makan.

4. Hapus Pemborosan Langganan

Rata-rata orang Amerika punya 12 langganan berbayar dengan total sekitar Rp 3,3 juta per bulan. Banyak yang membayar layanan yang jarang dipakai.

Audit Langganan

Cek mutasi kartu kredit dan rekening bank tiga bulan terakhir. Tandai semua biaya berulang. Untuk tiap satu, tanya: “Dalam 30 hari terakhir, saya benar-benar pakai ini nggak?”

Langganan UmumBiaya BulananTetap Dipertahankan Kalau…
NetflixRp 225 ribu–Rp 345 ribuKamu nonton tiap minggu
Spotify/Apple MusicRp 165 ribu–Rp 255 ribuKamu dengar musik tiap hari
Membership gymRp 450 ribu–Rp 1,2 jutaKamu pergi 3+ kali seminggu
Amazon PrimeRp 225 ribuKamu belanja 2+ kali sebulan
Cloud storageRp 45 ribu–Rp 150 ribuKamu memang butuh ruangnya
Streaming service ke-3, ke-4, ke-5Rp 120 ribu–Rp 255 ribu masing-masingKamu aktif menonton di sana

Strategi Rotasi

Daripada langganan lima platform streaming sekaligus (Rp 1 juta+ per bulan), cukup ambil satu atau dua lalu rotasi tiap kuartal. Tonton semua yang kamu mau di satu platform selama tiga bulan, lalu cancel dan pindah ke platform lain. Hemat tahunan: Rp 4,5 juta–Rp 7,5 juta.

5. Turunkan Tagihan Utilitas

Biaya utilitas rumah tangga rata-rata berkisar Rp 3 juta–Rp 6,75 juta per bulan, tergantung lokasi dan ukuran rumah. Strategi ini bisa memangkas 15-30%.

Listrik

  • Atur termostat: Setiap penurunan satu derajat saat musim dingin dan kenaikan satu derajat saat musim panas bisa hemat 1-3% untuk biaya pemanas/pendingin. Termostat pintar seperti Nest atau Ecobee bisa balik modal dalam hitungan bulan.
  • Ganti lampu LED: Lampu LED memakai 75% lebih sedikit energi dan awet 25 kali lebih lama dibanding lampu pijar.
  • Cabut perangkat yang boros diam-diam: Perangkat elektronik dalam mode standby bisa menguras 5-10% listrik rumah. Pakai smart power strip.
  • Bandingkan penyedia listrik: Di daerah yang pasarnya terbuka, kamu bisa pindah penyedia untuk tarif lebih murah.

Air

  • Perbaiki kebocoran segera: Keran menetes bisa membuang lebih dari 3.000 galon air per tahun.
  • Pasang showerhead hemat air: Investasi Rp 225 ribu–Rp 450 ribu bisa menghemat Rp 750 ribu–Rp 1,5 juta per tahun dari biaya pemanasan air.
  • Jalankan mesin hanya saat penuh: Mesin cuci piring dan mesin cuci paling efisien saat penuh.

Internet

  • Telepon provider dan nego: Bilang kamu sedang mempertimbangkan pindah. Banyak ISP akan kasih tarif promo supaya kamu tetap bertahan. Hemat: Rp 150 ribu–Rp 450 ribu per bulan.
  • Turunkan kecepatan paket: Kalau kamu bayar paket super cepat tapi cuma dipakai dua orang untuk streaming, 200-300 Mbps biasanya sudah cukup.
  • Pindah ke provider yang lebih murah: Layanan internet rumah dari beberapa provider baru sering menawarkan harga lebih kompetitif.

6. Turunkan Premi Asuransi

Asuransi adalah pengeluaran besar yang sering dibiarkan begitu saja. Review tahunan bisa menghemat ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Asuransi Kesehatan

  • Bandingkan plan saat masa pendaftaran: Jangan auto-renew. Plan berubah tiap tahun, dan bisa saja ada opsi yang lebih baik.
  • Pakai HSA jika memenuhi syarat: Kontribusi bisa mengurangi pajak, pertumbuhan dana bebas pajak, dan penarikan untuk biaya medis juga bebas pajak.
  • Pilih obat generik: Obat generik biasanya 80-85% lebih murah daripada obat bermerek dan kandungannya sama.

Asuransi Rumah dan Mobil

  • Gabungkan polis: Menggabungkan asuransi rumah/sewa dan mobil bisa hemat 15-25%.
  • Naikkan deductible: Deductible lebih tinggi berarti premi lebih rendah. Tapi pastikan nominal deductible sudah tersedia di tabungan.
  • Tanya diskon: Diskon pengemudi aman, multi-kendaraan, pemilik rumah, autopay, e-billing — banyak perusahaan asuransi punya diskon yang bisa ditumpuk.
  • Bandingkan tiap 1-2 tahun: Loyalitas jarang dihargai di asuransi. Minta penawaran dari minimal tiga perusahaan.

7. Minimalkan Bunga Utang

Bunga kartu kredit adalah salah satu pengeluaran paling boros dalam anggaran. Rata-rata bunga kartu kredit lebih dari 20%, artinya saldo Rp 75 juta bisa bikin kamu bayar lebih dari Rp 15 juta per tahun hanya untuk bunga.

Strategi Memangkas Bunga

  • Balance transfer: Pindahkan utang berbunga tinggi ke kartu balance transfer 0% bunga. Biaya transfer biasanya 3-5%.
  • Pinjaman konsolidasi utang: Pinjaman pribadi dari lembaga keuangan tertentu bisa menawarkan bunga 7-12%, jauh lebih rendah daripada kartu kredit.
  • Refinancing pinjaman pendidikan: Refinancing privat bisa menurunkan bunga 1-3%. Tapi hati-hati kalau pinjamanmu bersifat pemerintah, karena kamu bisa kehilangan opsi keringanan tertentu.
  • Bayar lebih dari minimum: Bahkan tambahan Rp 750 ribu per bulan pada saldo kartu kredit Rp 75 juta dengan bunga 20% bisa menghemat Rp 31,5 juta bunga dan melunasi utang 3 tahun lebih cepat.

8. Pangkas Biaya Ponsel dan Teknologi

Tagihan ponsel rata-rata bisa mencapai Rp 2,2 juta per bulan untuk paket keluarga atau Rp 1 juta–Rp 1,2 juta untuk individu. Sering kali ini jauh lebih mahal dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Pindah ke MVNO

MVNO memakai jaringan yang sama dengan operator besar, tapi harganya jauh lebih murah.

ProviderJaringanBiayaData
Mint MobileT-MobileRp 225 ribu–Rp 450 ribu/bulan5-40 GB
VisibleVerizonRp 375 ribu–Rp 675 ribu/bulanUnlimited
US MobileVerizon/T-MobileRp 150 ribu–Rp 675 ribu/bulanFleksibel
Google FiT-Mobile/US CellularRp 300 ribu–Rp 975 ribu/bulanFleksibel

Pindah dari paket Rp 1,2 juta/bulan ke paket Rp 375 ribu/bulan bisa menghemat Rp 10 juta per tahun dengan cakupan yang sama.

Hemat Teknologi Lainnya

  • Beli ponsel rekondisi: Produk rekondisi resmi menawarkan perangkat seperti baru dengan diskon 20-40%.
  • Pakai ponsel lebih lama: Rata-rata orang mengganti ponsel setiap 2,5 tahun. Kalau kamu tahan sampai 4 tahun, hematnya bisa Rp 7,5 juta–Rp 15 juta dalam periode itu.
  • Audit langganan aplikasi: Cek pengaturan langganan di ponsel kamu. Bisa jadi kamu masih bayar aplikasi yang cuma pernah diunduh sekali lalu dilupakan.

9. Hemat Biaya Kesehatan

Biaya kesehatan rata-rata bisa mencapai Rp 75 juta–Rp 105 juta per orang per tahun di luar premi. Ada cara untuk menurunkannya tanpa mengorbankan perawatan.

  • Pakai aplikasi pembanding harga obat: Aplikasi gratis ini membandingkan harga apotek dan memberi kupon. Hemat 20-80% untuk obat cukup umum.
  • Ke klinik urgent care, bukan IGD, untuk kasus non-darurat: Kunjungan IGD bisa rata-rata Rp 33 juta. Urgent care untuk keluhan serupa biasanya sekitar Rp 3 juta.
  • Pakai telehealth: Konsultasi dokter virtual bisa Rp 750 ribu–Rp 1,1 juta tanpa asuransi, dibanding Rp 3 juta+ untuk kunjungan langsung.
  • Maksimalkan layanan pencegahan: Medical check-up tahunan, skrining, dan vaksinasi biasanya ditanggung 100% oleh banyak plan. Mendeteksi masalah lebih awal selalu lebih murah daripada mengobatinya belakangan.
  • Nego tagihan medis: Tagihan rumah sakit bisa dinegosiasikan. Minta rincian tagihan, cek kesalahan, dan minta cicilan atau diskon karena kesulitan bayar.

10. Dapatkan Cashback dari Pengeluaran yang Sulit Dipangkas

Ada pengeluaran yang memang tetap dan sulit dihindari. Tapi kamu masih bisa mengambil kembali 1-5% lewat program cashback.

  • Kartu kredit cashback: Kartu seperti yang memberi 2% untuk semua transaksi, 5% untuk kategori bergilir, atau 6% untuk belanja groceries bisa mengembalikan uang ke kantong kamu.
  • Rakuten: Cashback untuk belanja online di ribuan toko. Pengguna rata-rata bisa dapat Rp 1,5 juta–Rp 4,5 juta per tahun.
  • Ibotta: Cashback untuk belanja groceries dari merek tertentu.
  • Program diskon kantor: Banyak perusahaan menawarkan diskon untuk paket ponsel, membership gym, pembelian mobil, dan asuransi. Cek portal benefit HR kamu.

Kalau Dijumlahkan

Berikut gambaran realistis rencana hemat bulanan dengan sepuluh strategi ini:

StrategiHemat per Bulan
Tempat tinggal (teman serumah atau refinancing)Rp 3 juta–Rp 7,5 juta
Transportasi (asuransi + bensin)Rp 750 ribu–Rp 2,25 juta
Makanan (meal planning + lebih jarang makan di luar)Rp 1,5 juta–Rp 4,5 juta
Langganan (audit + rotasi)Rp 750 ribu–Rp 1,5 juta
Utilitas (termostat + nego)Rp 450 ribu–Rp 1,2 juta
Asuransi (bandingkan + bundling)Rp 750 ribu–Rp 1,5 juta
Bunga utang (balance transfer)Rp 750 ribu–Rp 3 juta
Ponsel (pindah MVNO)Rp 450 ribu–Rp 900 ribu
Kesehatan (aplikasi obat + telehealth)Rp 300 ribu–Rp 750 ribu
Cashback (kartu kredit + aplikasi)Rp 450 ribu–Rp 1,2 juta
Total Potensi HematRp 9,15 juta–Rp 24,3 juta

Bahkan di sisi konservatifnya, kamu masih bisa hemat lebih dari Rp 91 juta per tahun. Itu uang yang nyata — cukup untuk mengisi dana pensiun, melunasi utang, atau membangun dana darurat.

E
Ditulis oleh Evan Today

Menulis tentang keuangan pribadi, investasi, dan pengelolaan uang. Membuat literasi keuangan lebih mudah dipahami — satu artikel setiap waktu.

Selengkapnya tentang saya

Artikel Terkait